let's share your happiness!


ARCHIVES ♥   MOBILE ♥   RSS ♥

04th Jun 2010

Friday // 8am // 1 year ago

Komentar cerpen “Sepotong Senja untuk Pacarku” karya Seno Gumira Ajidarma

“Alina tercinta,
Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?

Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamu meski aku tahu semua itu akan tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.

Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata.

Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina.

Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina.

Kukirimkan sepotong senja untukmu Alina, bukan kata-kata cinta. Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala.

Alina yang manis, Alina yang sendu, Akan kuceritakan padamu bagaimana aku mendapatkan senja itu untukmu.

Sore itu aku duduk seorang diri di tepi pantai, memandang dunia yang terdiri dari waktu. Memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku. Di tepi pantai, di tepi bumi, semesta adalah sapuan warna keemasan dan lautan adalah cairan logam meski buih pada debur ombak yang menghempas itu tetap saja putih seperti kapas dan langit tetap saja ungu dan angin tetap saja lembab dan basah, dan pasir tetap saja hangat ketika kuusapkan kakiku ke dalamnya.

Kemudian tiba-tiba senja dan cahaya gemetar.
Keindahan berkutat melawan waktu dan aku tiba-tiba teringat padamu.
“barangkali senja ini bagus untukmu,” pikirku. Maka kupotong senja itu sebelum terlambat, kukerat pada empat sisi lantas kumasukkan ke dalam saku. Dengan begitu keindahan itu bisa abadi dan aku bisa memberikannya padamu.

Setelah itu aku berjalan pulang dengan perasaan senang. Aku tahu kamu akan menyukainya karena kamu tahu itulah senja yang selalu kamu bayangkan untuk kita. Aku tahu kamu selalu membayangkan hari libur yang panjang, perjalanan yang jauh, dan barangkali sepasang kursi malas pada sepotong senja di sebuah pantai di mana kita akan bercakap-cakap sembari memandang langit sambil berangan-angan sambil bertanya-tanya apakah semua ini memang benar-benar telah terjadi. Kini senja itu bisa kamu bawa ke mana-mana.

Ketika aku meninggalkan pantai itu, kulihat orang-orang datang berbondong-bondong, ternyata mereka menjadi gempar karena senja telah hilang. Kulihat cakrawala itu berlubang sebesar kartu pos.

Alina sayang,
Semua itu telah terjadi dan kejadiannya akan tetap seperti itu. Aku telah sampai ke mobil ketika di antara kerumunan itu kulihat seseorang menunjuk-nunjuk ke arahku.

“Dia yang mengambil senja itu! Saya lihat dia mengambil senja itu!”

Kulihat orang-orang itu melangkah ke arahku. Melihat gelagat itu aku segera masuk mobil dan tancap gas.

“Catat nomernya! Catat nomernya!”

Aku melejit ke jalan raya. Kukebut mobilku tanpa perasaan panik. Aku sudah berniat memberikan senja itu untukmu dan hanya untukmu saja Alina. Tak seorang pun boleh mengambilnya dariku. Cahaya senja yang keemasan itu berbinar-binar di dalam saku. Aku merasa cemas karena meskipun kaca mobilku gelap tapi cahaya senja tentu cukup terang dilihat dari luar. Dan ternyata cahaya senja itu memang menembus segenap cahaya dalam mobilku,sehingga mobilku itu meluncur dengan nyala cemerlang ke aspal maupun ke angkasa.

Dari radio yang kusetel aku tahu, berita tentang hilangnya senja telah tersebar ke mana-mana. Dari televisi dalam mobil bahkan kulihat potretku sudah terpampang. Aduh. Baru hilang satu senja saja sudah paniknya seperti itu. Apa tidak bisa menunggu sampai besok? Bagaimana kalau setiap orang mengambil senja untuk pacarnya masing-masing? Barangkali memang sudah waktunya dibuat senja tiruan yang bisa dijual di toko-toko,dikemas dalam kantong plastik dan dijual di kaki lima. Sudah waktunya senja diproduksi besar-besaran supaya bisa dijual anak-anak pedagang asongan di perempatan jalan.

“Senja! Senja! Cuma seribu tiga!”

Di jalan tol mobilku melaju masuk kota.Aku harus hati-hati karena semua orang mencariku. Sirene mobil polisi meraung-raung di mana-mana. Cahaya kota yang tetap gemilang tanpa senja membuat cahaya keemasan dari dalam mobilku tidak terlalu kentara. Lagi pula di kota, tidak semua orang peduli apakah senja hilang atau tidak. Di kota kehidupan berjalan tanpa waktu, tidak peduli pagi siang sore atau malam. Jadi tidak pernah penting senja itu ada atau hilang. Senja cuma penting untuk turis yang suka memotret matahari terbenam. Boleh jadi hanya demi alasan itulah senja yang kubawa ini dicari-cari polisi.

Sirene polisi mendekat dari belakang. Dengan pengeras suara polisi itu memberi peringatan.

“Pengemudi mobil Porsche abu-abu metalik nomor SG 19658 A, harap berhenti. Ini Polisi. Anda ditahan karena dituduh telah membawa senja. Meskipun tak ada aturan yang melarangnya, tapi berdasarkan…”

Aku tidak sudi mendengarnya lebih lama lagi. Jadi kubilas dia sampai terpental keluar pagar tepi jalan. Kutancap gas dan menyelip-nyelip dengan lincah di jalanan. Dalam waktu singkat kota sudah penuh raungan sirene polisi. Terjadi kejar-kejaran yang seru.Tapi aku lebih tahu seluk-beluk kota, jalanan dengan cahaya yang bernmain warna, gang-gang gelap yang tak pernah tercatat dalam buku alamat, lorong-lorong rahasia yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang di bawah tanah.

Satu mobil terlempar di jalan layang, satu mobil lain tersesat di sebuah kampung, dan satu mobil lagi terguling-guling menabrak truk dan meledak lantas terbakar.Masih ada dua polisi bersepeda motor mengejarku. Ini soal kecil. Mereka tak pernah bisa mendahuluiku, dan setelah kejar-kejaran beberapa lama, mereka kehabisan bensin dan pengendaranya cuma bisa memaki-maki. Kulihat senja dalam saku bajuku. Masih utuh. Angin berdesir. Langit semburat ungu. Debur ombak menghempas ke pantai. Hanya padamulah senja ini kuserahkan Alina.

Tapi Alina, polisi ternyata tidak sekonyol yang kusangka. Di segenap sudut kotak mereka telah siap siaga. Bahkan aku tak bisa membeli makanan untuk mengisi perutku. Bahkan di langit tanpa senja, helikopter mereka menyorotkan lampu di setiap celah gedung bertingkat. Aku tersudut dan akhirnya nyaris tertangkap. Kalau saja tidak ada gorong-gorong yang terbuka.

Mobilku sudah kutinggal ketika memasuki daerah kumuh itu. Aku berlari di antara gudang, rumah tua,tiang serta temali. Terjatuh di atas sampah, merayapi tangga-tangga reyot, sampai seorang gelandangan menuntunku ke suatu tempat yang tak akan pernah kulupakan dalam hidupku.

“Masuklah,” katanya tenang, “disitu kamu aman.

Ia menunjuk gorong-gorong yang terbuka itu. Ada tikus keluar dari sana. Banya bacin dan pesing. Kutengok ke bawah. Kulihat kelelawar bergantungan. Aku ragu-ragu.Namun deru helikopter dengan lampu sorotnya yang mencari-cari itu melenyapkan keraguanku.

“Masuklah, kamu tidak punya pilihan lain.”

Dan gelandangan itu mendorongku. Aku terjerembab jatuh. Bau busuknya bukan main. Gorong-gorong itu segera tertutup dan kudengar gelandangan itu merebahkan diri di atasnya. Lampu sorot helikopter menembus celah gorong-gorong tapi tak cukup untuk melihatku. Kurabah senja dalam kantongku, cahayanya yang merah keemas-emasan membuat aku bisa melihat dalam kegelapan. Aku melangkah dalam gorong-gorong yang rupanya cukup tinggi juga. Kusibukkan kelelawar bergantungan yang entah mati entah hidup itu. Kulihat cahaya putih di ujung gorong-gorong. Air busuk mengalir setinggi lutut, namun makin ke dalam makin surut. Di tempat yang kering kulihat anak-anak gelandangan duduk-duduk maupun tidur-tiduran, mereka berserakan memeluk rebana dengan mata yang tidak memancarkan kebahagian.

Aku berjalan terus melangkahi mereka dan coba bertahan. Betapa pun ini lebih baik daripada harus menyerahkan senja Alina.

Di ujung gorong-gorong,di temapt cahaya putih itu, ada tangga menurun ke bawah. Kuikuti tangga itu. Cahaya semakin terang dan semakin benderang. Astaga. Kamu boleh tidak percaya Alina, tapi kamu akan terus membacanya. Tangga itu menuju ke mulut sebuah gua, dan tahukah kamu ketika aku keluar dari gua itu aku ada di mana? Di tempat persisi sama dengan tempat di mana aku mengambil senja itu untukmu Alina. Sebuah pantai dengan senja yang bagus:ombak,angin,dan kepak burung?tak lupa cahaya keemasan dan bias ungu pada mega-mega yang berarak bagaikan aliran mimpi. Cuma saja tidak ada lubang sebesar kartu pos. Jadi, meskipun persis sama,tapi bukan tempat yang sama.

Aku berjalan ke tepi pantai. Tenggelam dalam guyuran alam yang perawan. Nyiur tentu saja, matahari, dan dasat lautan yang bening dengan lidah ombak yang berdesis-desis. Tak ada cottage , tak ada barbeque, tak ada marina.

“semua itu memang tidak perlu. Senja yang bergetar melawan takdir membiaskan cahaya keemasan ke tepi semesta. Aku sering malu sendiri melihat semua itu. Alina, apakah semua itu mungkin diterjemahkan dalam bahasa?”

Sambil duduk di tepi pantai aku berpikir-pikir, untuk apakah semua ini kalau tidak ada yang menyaksikannya? Setelah berjalan ke sana ke mari aku tahu kalau dunia dalam gorong-gorong ini kosong melompong. Tak ada manusia, tak ada tikus, apalagi dinosaurus. Hanya burung yang terkepak, tapi ia sepertinya bukan burung yang bertelur dan membuat sarang. Ia hanya burung yang dihadirkan sebagai ilustrasi senja. Ia hanya burung berkepak dan berkepak terus disana. Aku tak habis pikir Alina, alam seperti ini dibuat untu apa? Untuk apa senja yang bisa membuat seseorang ingin jatuh cinta itu jika tak ada seekor dinosaurus pun menikmatinya? Sementara di atas sana orang-orang ribut kehilangan senja….

Jadi, begitulah Alina, kuambil juga senja itu. Kukerat dengan pisau Swiss yang selalu kubawa, pada empat sisinya, sehingga pada cakrawala itu terbentuk lubang sebesar kartu pos. Dengan dua senja di saku kiri dan kanan aku melangkah pulang. Bumi berhenti beredar di belakangku, menjadi kegelapan yang basah dan bacin. Aku mendaki tangga kembali menuju gorong-gorong bumiku yang terkasih.

Sampai di atas, setelah melewati kalelawar bergantungan,anak-anak gelandangan berkaparan, dan air setinggi lutut, kulihat polisi-polisi helikopter sudah pergi. Gelandangan yang menolongku sedang tiduran di bawah tiang listrik sambil meniup saksofon.

Aku berjalan mencari mobilku. Masih terparkir dengan baik di supermarket. Nampaknya bahkan baru saja dicuci. Sambil mengunyah pizza segera kukebut mobilku menuju pantai. Dengan dua senja di saku kiri dan kanan, lengkap dengan matahari,laut,pantai, dan cahaya keemasannya masing-masing, mobilku bagai memancarkan cahaya Ilhai. Sepanjang jalan layang, sepanjang jalan tol, kutancap gas dengan kecepatan penuh…

Alina kekasihku, pacarku, wanitaku.
Kamu pasti sudah tahu apa yang terjadi kemudian. Kupasang senja yang dari gorong-gorong pada lubang sebesar kartu pos itu dan ternyata pas. Lantas kukirimkan senja yang ?asli? ini untukmu, lewat pos.

Aku ingin mendapatkan apa yang kulihat pertama kali: senja dalam arti yang sebenarnya?bukan semacam senja yang ada di gorong-gorong itu.

Kini gorong-gorong itu betul-betul menjadi gelap Alina. Pada masa yang akan datang orang-orang tua akan bercerita pada cucunya tentang kenapa gorong-gorong menjadi gelap.Meraka akan berkisah bahwa sebenarnya ada alam lain di bawah gorong-gorong dengan matahari dan rembulannya sendiri, namun semua itu tida lagi karena seorang telah mengambil senja untuk menggantikan senja lain di atas bumi. Orang-orang tua itu juga akan bercerita bahwa senja yang asli telah dipotong dan diberikan oleh seseorang kepada pacarnya.

Alina yang manis, paling manis, dan akan selalu manis, Terimalah sepotong senja itu, hanya untukmu, dari seseorang yang ingin membahagiakanmu. Awas hati-hati dengan lautan dan matahari itu, salah-salah cahayanya membakar langit dan kalau tumpah airnya bisa membanjiri permukaan bumi.

Dengan ini kukirimkan pula kerinduanku padamu, dengan cium, peluk, dan bisikan terhangat, dari sebuah tempat yang paling sunyi di dunia.”

komentar:

menurut saya cerpen ini agak membosankan dan membingungkan karena bahasa yang digunakan oleh penulis terlalu puitis dan imajinatif,sehingga remaja yang kurang gemar membaca akan merasa tidak tertarik dengan cerpen ini.

04th Jun 2010

Friday // 8am // 1 year ago

Iron Man 2:The Iron is Back.

Tony Stark (Robert Downey Jr) yang merupakan anak dari Howard Stark,pencipta Stark Industries kini dihadapkan pada masalah dengan pihak pemerintah,pers dan juga publik yang dibuat kaget dengan pernyataannya,bahwa dia ialah Iron Man,super heroes berbaju besi yang menolong masyarakat dari ancaman musuh. Pemerintah memaksa Tony Stark untuk membagikan “rahasia iron man” tersebut kepada pihak pemerintah sebagai bahan untuk meningkatkan kekuatan Militer Amerika.Tony Stark pun dengan mentah-mentah menolak tawaran itu karena ia takut “rahasia”ini akan jauh ke tangan orang yang tidak benar.Justin Hammer (Sam Rockwell) yang merupakan musuh bebuyutan Tony Stark kini hadir kembali,selain tetap sebagai musuh Tony Stark,kini ia mengajak Ivan Vanko/Whiplash(3Mickey Rouke) untuk bergabung dengannya,menghancurkan Iron Man.Dengan bantuan dari Pepper Potts (Gwyneth Paltrow), Don Cheadle (Lt.Colonel James “Rhodey” Rhodes)sebagai partner atau “sidekick” dari Iron Man serta Scarlett Johansson (Natalie/Black Widow) dan  Samuel L. Jackson (Nick Fury) yang tergabung dalam S.H.I.E.L.D. Tony Stark/Iron Man siap melawan Ivan Vanko/Whiplash yang berusaha membuat robot-robot penghancur,dan ia juga membuat senjata serta Power pack yang diletakkan di dadanya sebagai sumber energi,sama seperti Iron Man.Film yang diproduseri oleh Jon Favreau dan ditulis oleh Justin Theroux ini berdurasi 2 jam 5 menit,mungkin bukan waktu yang sebentar untuk menonton film bergenre Action/Adventure, Science Fiction/Fantasy, Adaptation and Sequel ini,tetapi bagi anda yang memang sudah menanti film ini selama 2 tahun sejak dirilisnya Iron Man pertama pada tahun 2008,saya yakin anda tidak akan merasa bosan untuk menontonnya.Film yang kabarnya menghabiskan dana 200 juta US$ ini,pada hari pertama pemutarannya di Amerika,langsung meraih penghasilan sebesar 52,4 juta US$,dan pada pemutarannya selama 1 minggu berhasil meraih pendapatan sebesar 135 juta US$.Penghasilan itu didapatkan hanya dari negara Amerika saja,belum di beberapa negara lain. In conclusion, Iron Man 2 is highly entertaining and worth the wait.

04th Jun 2010

Friday // 8am // 1 year ago

meresensi movie review “Alice in wonderland” taken from Gogirl Magz

sebelumnya ini movie review dari gogirl

“Setelah sebelumnya bertemu di The nightmare Before Christmas,Tim Burton dan Disney kembali berduet dalam petualangan penuh fantasi Alice in Wonderland.Film ini menceritakan tentang Alice Kingsley (Mia Wasikowska) yang kembali ke dunia aneh semasa kecilnya dulu.Semuanya berawal dari sebuah pesta yang diselenggarakan usai kematian ayahnya.Tanpa sepengetahuan Alice,pesta tersebut merupakan pertunagana yang sudah direncanakan oleh ibu dan kakaknya.Alice dilamar seorang pria kaya di depan ratusan socialite.Dalam bingungnya karena belum siap atas lamaran itu,Alice melarikan diri dan bertemu kelinci putih yang memakai rompi dan arloji saku.Ia pun berlalri ke sebuah labirin mengikuti the white Rabbit sampai akhirnya jatuh ke lubang kelinci Underland (kebanyakan penduduk menyebutnya Wonderland).Perlahan,Alice mulai ingat bahwa ia pernah berkunjung ke tempat tersebut bertahun-tahun yang lalu.Ia pun kembali bertemu dengan teman-teman semasa kecilnya dulu seperti Tweedledee and Tweedledum,The Caterpillar,The Cheshire Cat,dan The Mad Hatter (Johnny Depp).Warga Wonderland meminta bantuan Alice dari serangan teror The Red Queen (Helena Bonham) yang menggangu mereka.Jangan lewatkan perjalanan fantastis Alice yang bakal membawamu ke sebuah dongeng petualangan di masa kecil kamu ini.”

Komentar

 

Resensi film yang dibuat oleh salah satu editor dari majalah fashion remaja,yaitu Gogirl! adalah “Alice In Wonderland”.Setelah saya membaca dan mengamati resensi yang dibuat oleh majalah Gogirl! Ini,terdapat beberapa komentar baik dan buruk yang bisa saya sampaikan saat ini.Kekurangannya antara lain: bila kita mengingat lagi,majalah Gogirl! Ini adalah majalah yang dibuat khusus bagi para remaja yang sangat gemar dengan perkembangan fashion,dengan adanya rubrik “Movie of the Month” seperti yang disisipkan oleh majalah Gogirl!, dapat dikategorikan sebagai halaman “pemanis/pelengkap” dalam majalah ini.Gaya bahasa yang digunakan oleh si editor pun juga kurang menunjukkan gaya meresensi seperti yang biasanya digunakan oleh beberapa majalah film lainnya.Lalu ada beberapa penggunaan kata yang kurang benar posisinya sehingga dapat berpotensial adanya kesalah-pahaman pembaca, contohnya: “Dunia aneh” yang dapat diganti menjadi “Dunia khayalan”,apabila sang editor menggunakan kata-kata yang lebih imajinatif,maka akan membuat daya khayal para pembaca pun lebih dalam lagi terhadap film ini.Seperti yang kita tahu,resensi selain mereview sesuatu,harusnya mengutarakan kelebihan dan kekurangannya,sehingga para calon penonton film pun dapat memiliki bayangan tentang film tersebut.Tetapi dilain pihak terdapat pula beberapa kelebihan dari resensi film ini,antara lain,memuat hal-hal yang bersifat non-tehnis/informasi tambahan misalnya:”masa produksi film 40 hari”.

Kemudian review film ini relatif dapat dibaca dengan singkat,sehingga pembaca tidak merasa bosan.

04th Jun 2010

Friday // 7am // 1 year ago

ABL(Asian Basketball League) Inagural Seasons 2010

Setelah melawati perjalanan panjang dari satu negara ke negara lain di Asia selama lima bulan berturut-turut,akhirnya Philippines Patriots keluar lagi sebagai juara  bertahan pada tanggal 21 februari 2010 setelah unggul 3-0 mengalahkan tim SatriaMuda Britama dari Indonesia,yang merupakan juara bertahan IBL(Indonesian Basketball League) selama 2 tahun berturut-turut.Untuk mengukuhkan prestasi dan kemenangan sang juara serta runner-up ini,maka pada tanggal 9 maret lalu,ABL menggelar acara Championship Presentation Dinner yang diadakan di The Gardens hotel,Kuala lumpur,Malaysia.Dalam acara tersebut,pihak ABL menyerahkan Championsip ring kepada Philippines Patriots serta medali perak kepada tim Indonesia,SatriaMuda Britama.Pada malam yang bersamaan pula,pihak ABL menyerahkan penghargaan kepada salah satu pemain dari pihak Philippines Patriots,Warren Ybanez sebagai ABL MVP(Most Valueable Person) Finals.Walaupun tim dari SatriaMuda Britama tidak memenangkan penghargaan MVP itu,tetapi kita bisa dibilang cukup berbangga hati karena,Christiano Ronaldo,pemain muda dari SM Britama masuk sebagai salah satu nominator dalam kategori ABL MVP,mengalahkan beberapa MVP lain dari semua tim yang ikut berpartisipasi dalam ABL ini.Walaupun ABL tahun ini telah selesai dilaksanakan,tetapi kita akan melihat lagi,tim Indonesia manakah yang berhak untuk mewakili Indonesia dalam ajang Asian Basketball League yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober tahun ini melalui kompetisi basket IBL(Indonesian Basketball League) yang rencananya akan dimulai pada bulan September atau Oktober tahun ini.Siapapun nanti yang akan memenangkan kompetisi IBL ini,diharapkan agar mereka dapat memberikan penampilan terbaik mereka di ajang ABL sehingga siapa tahu tahun ini menjadi tahun yang beruntung untum Tim Indonesia,memenangkan ABL,mampu mengalahkan sang juara bertahan,selama 2 tahun berturut-turut,yaitu Philippines Patriots.

04th Jun 2010

Friday // 7am // 1 year ago

laju-laju bis jalur 4 melaju

Mungkin sabtu kemarin menjadi sabtu yang paling melelahkan buat saya dan teman-teman.Sabtu kemarin saya,Nouval dan beberapa teman kosan saya pergi ke kebun binatang Gembira Loka.Kami bahkan memutuskan untuk pergi ke Gembira Loka 3 jam sebelum kami pergi,semua serba dadakan pada hari itu.Pada pukul 11 kami semua berkumpul dikosan saya,kemudian pada pukul 1 kami berangkat ke Gembira Loka.Dari kosan,kami semua jalan kaki sampai depan fakultas Kehutanan untuk menunggu bis KOPATA jalur 4.Tidak lama kemudian bis jalur 4 pun datang,kami pun segera menaiki nya,seperti biasa,para kenek bis sudah siap berdiri disamping pintu sambil berpegangan dengan gagang pintu dan besi yang ada didalam bis,saat kami melambaikan tangan sebagai tanda kami akan menaiki bis itu,supir bis jalur 4 ini dengan sangat mendadak mengerem bis nya sehingga membuat beberapa pengendara motor yang ada dibelakang,kaget dan langsung mengerem,hal seperti itu pasti sudah biasa terjadi,apalagi bagi para pengedara motor.Saat bis itu berhenti tepat didepan kami,kami langsung masuk kedalamnya,tapi disaat kami,para penumpang,belum semuanya masuk kedalam bis,supir itu pun sudah melajukan bisnya dengan kecepatan yang masih pelan-palen saja tapi itu cukup membuat beberapa penumpang yang tidak sering menaiki bis menjadi shock dan ketakutan.Karena saya masih harus menjemput teman saya di KOPMA maka kami memutuskan untuk turun didepan KOPMA UGM.Bis jalur 4 yang saya naiki ini tidak ada bedanya dengan bis-bis jalur lain,Sepertinya saya sudah hafal betul bagaimana cara dan kebiasaan supir bis umum saat mengemudikanbisnya,karna tidak ada bedanya supir bis di Jakarta dengan di Jogjakarta.buktinya saja,supir bis jalur 4 ini mengemudi dengan asal-asalan,selalu mengambil jalur kendaraan lain,meutup jalur kiri,sehingga jalur kiri yang biasanya boleh langsung,tetapi saat itu harus sedikit bersabar,mengikuti rambu lalulintas karena jalannya ditutup oleh bis ini.Ketika lampu hijau menyala,supir bis tanpa pikir panjang langsung menyalip ke kanan,dan ngebut seenaknya saja,tanpa memikirkan kendaraan yang ada disamping kanannya.Kemudian bis ini pun melewati daerah tehnik dan kedokteran,dan masih sama seperti kebiasaanya juga,supir bis melaju dengan sangat kencangnya,bahkan melewati polisi tidurpun tanpa rem,sehingga membuat para penumpang kaget,saat didaerah depan kedokteran,supir bis mulai memperlihatkan kebolehannya dengan menyalip mobil-mobil yang ada didepannya,sehingga membuat para penggendara dari arah berlawanan,kaget lalu membanting stirnya ke arah kiri mereka sambil geleng-geleng kepala.Kemudian tibalah kami dilampu merah PPB,pada saat itu lampu merah baru berubah warnanya dari hijau,kuning,merah,sehingga supir bis lalu menginjak rem,yang ada dipikiran saya saat itu,si supir bis akhirnya mengikuti rambu-rambu lalu lintas,ternyata beberapa detik kemudian pikiran saya itu salah besar,tidak lama,supir bis dengan pelan-pelan mulai melajukan bisnya ke depan,melewati lampu merah,kemudian supir bis lalu melihat-lihat keadaan sekitar dan tidak lama kemudian,dia langsung mengijak gas,meninggalkian lampu merah yang masih dengan posisi lampu merah yang menyala,sehingga membuat beberapa penumpang termasuk saya dan teman saya geleng-geleng kepala.Mungkin bagi para pengendara motor dan mobil yang ada dibelakang bis,sudah biasa dengan fenomena seperti ini,saya pun juga.Lalu tidak lama,sampailah kami didepan KOPMA,si kenekpun lalu berteriak,memberikan aba-aba kepada supir bis untuk menepi sebentar disamping KOPMA,lalu kamipun turun.

Tidak lama kemudian,teman saya datang,lalu kamipun melanjutkan perjalanan kami dengan menggunakan bis dengan jalur yang sama.Bis dengan jalur 4 pun datang,dan kamipun lalu bergegas masuk.Banyak hal berbeda yang saya dapat dengan bis ini.Perbedaan pertama adalah si supir bis,supir bis ini berbeda dengan supir bis yang sebelumnya,menurut saya supir bis ini belum mahir dalam mengendarai bis,ini terlihat dari bagaimana cara dia mengemudiakan bisnya,dia sangat sering mengijak rem kemudian gas,rem,lalu gas,sehingga kami pun,para penumpang merasa kurang nyaman dengan kondisi ini dan membuat beberapa penguna jalan yang ada disampingnya menjadi sangat berhati-hati sekali.Lalu kenek bis ini pun juga sangat berbeda dengan kenek bis sebelumnya,dia sangat ramah dan juga sopan,dari cara dia menarik ongkos bis kepada penumpang,dan dari cara dia memberikan perhatiannya kepada para penumpang.Perbedaan ketiga,di bis ini si supir memanfaatkan sarana radio untuk menghibur para penumpang yang mungkin suntuk atau bosan menunggu didalam perjalanan agar cepat tiba ditujuan mereka.

Bila bisa saya simpulkan,sebenarnya hampir semua supir bis yang ada di Jogja kurang berhati-hati dalam mengendarai bisnya,tidak mematuhi rambu-rambu lalulintasyang telah dibuat juga oleh para pemerintah,sehingga membuat para pengguna jalan yang lain merasa risih dan takut berada disampingnya.Kemudian kurangnya juga perawatan dan penjagaan kondisi dalam bis yang sangat terlihat kotor dan jorok,sehingga hal ini juga bisa menjadi satu alasan mengapa banyak orang yang lebih memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi mereka ketimbang kendaraan umum yang telah ada.

04th Jun 2010

Friday // 7am // 1 year ago

fenomena Lampu Merah di Jogjakarta.

Saya memilih untuk mengamati keadaan sekitar disaat sedang berada di lampu merah.Saya membandingan lmapu merah ring road gejayan dengan lampu merah mirpta kampu.Terdapat 2 perbedaan yang mungkin bila anda amati itu sangat berbeda jauh.Di lampu merah ring road gejayan bila anda amati pada siang hari,biasanya saat lampu merah menyala ada pengamen-pengamen  ronggeng cowok yang akan akan menari didepan anda dengan menggunakan kostum penari ronggeng dan make-up tebal,tetapi bila anda mengamati lampu merah mirota kampus,yang ada hanyalah tukang minta-minta(umunya anak kecil),sisanya tidak ada,mungkin karena para pengguna jalan disektar jalan itu tidak sabar,mereka umunya sibuk menyalip-nyalip mencari jalan kecil/celah kecil untuk mereka masuki.

Tetapi sama seperti lampu merah lain yang ada di Jogja ini,bila anda amati pasti disaat lampu merah berubah menjadi lampu hijau pasti akan terdengar sahut-sahutan klakson motor atau mobil yang tidak sabar untuk segera menerobos lampu merah ini,kemudian yang terakhir bila anada amati pasti setiap tukang minta-minta yang ada dilampu merah,mereka pasti langsung menghampiri para pengguna mobil terlebih dahulu untuk meminta-minta daripada pengguna motor,entah apa yang ada difikiran mereka,padahal biasanya para pengguna motor akan berhenti di pinggir jalan tempat mereka meminta-minta.Itulah fenomena yang saya amati selama menunggu lampu merah yang ada di sekitar Jogjakarta..

rileymae

31st May 2010

Monday // 1am // 1 year ago
(via suddenlyriley)

30th May 2010

Sunday // 11am // 1 year ago

SUN-DAY!!

hello sunday!!

udah minggu aja yah?kadang gue suka ngerasa(mungkin gak cuman gue aja kali ya?) hari kok berjalan cepeeeet banget yah?gak kerasa tiba-tiba udah minggu aja,dan besok udah senin.well,minggu kemarin adalah minggu yang sangat-amat-teramat tidak dapat gue lupakan.Disaat gue seneng-seneng ngerayain ultah kaka sepupu gue,sampe heboh banget(i’ll post the photos later!)terus temen gue,Naldo yang dateng dari Jakarta ke Jogja buat liburan,disaat itu juga gue harus menerima berita duka juga yang datang dari salah satu sahabat gue,Balqis yang pada hari Kamis pagi mamanya dipanggil Tuhan :( sedih banget ngedenger berita itu disaat gue lagi seneng seneng.Gue ngerasa,oh God,hidup kita itu memang gak ada pernah yang tahu,mungkin hari ini Tuhan ngasih kebahagiaan yang berlimpah,tapi besok secara perlahan mulai dateng bencana,masalah kedalam kehidupan kita.Gue suka ngerasa bahwa Tuhan itu sangat adil dalam memberikan semua berkat kedalam hidup gue,gue ngerasa kok,gak mungkin khan tiap hari hidup kita isinya cuman senang-senang,hura-hura,ketawa-ketawa terus?pasti ada satu hari dimana kita ngerasa sedih,butuh waktu untuk sendiri,merasa ditinggalkan dll.yaudah yah,gue lagi agak sedikit males untuk ber-mellow mellowan hari ini.huhuhu.have a great night everyone!!XOXO.

moronicbeauty

30th May 2010

Sunday // 6am // 1 year ago
(via moronicbeauty, yerawizardharry)
THIS.
moronicbeauty

30th May 2010

Sunday // 4am // 1 year ago
(via moronicbeauty)