04th Jun 2010
Friday // 7am // 1 year ago
laju-laju bis jalur 4 melaju
Mungkin sabtu kemarin menjadi sabtu yang paling melelahkan buat saya dan teman-teman.Sabtu kemarin saya,Nouval dan beberapa teman kosan saya pergi ke kebun binatang Gembira Loka.Kami bahkan memutuskan untuk pergi ke Gembira Loka 3 jam sebelum kami pergi,semua serba dadakan pada hari itu.Pada pukul 11 kami semua berkumpul dikosan saya,kemudian pada pukul 1 kami berangkat ke Gembira Loka.Dari kosan,kami semua jalan kaki sampai depan fakultas Kehutanan untuk menunggu bis KOPATA jalur 4.Tidak lama kemudian bis jalur 4 pun datang,kami pun segera menaiki nya,seperti biasa,para kenek bis sudah siap berdiri disamping pintu sambil berpegangan dengan gagang pintu dan besi yang ada didalam bis,saat kami melambaikan tangan sebagai tanda kami akan menaiki bis itu,supir bis jalur 4 ini dengan sangat mendadak mengerem bis nya sehingga membuat beberapa pengendara motor yang ada dibelakang,kaget dan langsung mengerem,hal seperti itu pasti sudah biasa terjadi,apalagi bagi para pengedara motor.Saat bis itu berhenti tepat didepan kami,kami langsung masuk kedalamnya,tapi disaat kami,para penumpang,belum semuanya masuk kedalam bis,supir itu pun sudah melajukan bisnya dengan kecepatan yang masih pelan-palen saja tapi itu cukup membuat beberapa penumpang yang tidak sering menaiki bis menjadi shock dan ketakutan.Karena saya masih harus menjemput teman saya di KOPMA maka kami memutuskan untuk turun didepan KOPMA UGM.Bis jalur 4 yang saya naiki ini tidak ada bedanya dengan bis-bis jalur lain,Sepertinya saya sudah hafal betul bagaimana cara dan kebiasaan supir bis umum saat mengemudikanbisnya,karna tidak ada bedanya supir bis di Jakarta dengan di Jogjakarta.buktinya saja,supir bis jalur 4 ini mengemudi dengan asal-asalan,selalu mengambil jalur kendaraan lain,meutup jalur kiri,sehingga jalur kiri yang biasanya boleh langsung,tetapi saat itu harus sedikit bersabar,mengikuti rambu lalulintas karena jalannya ditutup oleh bis ini.Ketika lampu hijau menyala,supir bis tanpa pikir panjang langsung menyalip ke kanan,dan ngebut seenaknya saja,tanpa memikirkan kendaraan yang ada disamping kanannya.Kemudian bis ini pun melewati daerah tehnik dan kedokteran,dan masih sama seperti kebiasaanya juga,supir bis melaju dengan sangat kencangnya,bahkan melewati polisi tidurpun tanpa rem,sehingga membuat para penumpang kaget,saat didaerah depan kedokteran,supir bis mulai memperlihatkan kebolehannya dengan menyalip mobil-mobil yang ada didepannya,sehingga membuat para penggendara dari arah berlawanan,kaget lalu membanting stirnya ke arah kiri mereka sambil geleng-geleng kepala.Kemudian tibalah kami dilampu merah PPB,pada saat itu lampu merah baru berubah warnanya dari hijau,kuning,merah,sehingga supir bis lalu menginjak rem,yang ada dipikiran saya saat itu,si supir bis akhirnya mengikuti rambu-rambu lalu lintas,ternyata beberapa detik kemudian pikiran saya itu salah besar,tidak lama,supir bis dengan pelan-pelan mulai melajukan bisnya ke depan,melewati lampu merah,kemudian supir bis lalu melihat-lihat keadaan sekitar dan tidak lama kemudian,dia langsung mengijak gas,meninggalkian lampu merah yang masih dengan posisi lampu merah yang menyala,sehingga membuat beberapa penumpang termasuk saya dan teman saya geleng-geleng kepala.Mungkin bagi para pengendara motor dan mobil yang ada dibelakang bis,sudah biasa dengan fenomena seperti ini,saya pun juga.Lalu tidak lama,sampailah kami didepan KOPMA,si kenekpun lalu berteriak,memberikan aba-aba kepada supir bis untuk menepi sebentar disamping KOPMA,lalu kamipun turun.
Tidak lama kemudian,teman saya datang,lalu kamipun melanjutkan perjalanan kami dengan menggunakan bis dengan jalur yang sama.Bis dengan jalur 4 pun datang,dan kamipun lalu bergegas masuk.Banyak hal berbeda yang saya dapat dengan bis ini.Perbedaan pertama adalah si supir bis,supir bis ini berbeda dengan supir bis yang sebelumnya,menurut saya supir bis ini belum mahir dalam mengendarai bis,ini terlihat dari bagaimana cara dia mengemudiakan bisnya,dia sangat sering mengijak rem kemudian gas,rem,lalu gas,sehingga kami pun,para penumpang merasa kurang nyaman dengan kondisi ini dan membuat beberapa penguna jalan yang ada disampingnya menjadi sangat berhati-hati sekali.Lalu kenek bis ini pun juga sangat berbeda dengan kenek bis sebelumnya,dia sangat ramah dan juga sopan,dari cara dia menarik ongkos bis kepada penumpang,dan dari cara dia memberikan perhatiannya kepada para penumpang.Perbedaan ketiga,di bis ini si supir memanfaatkan sarana radio untuk menghibur para penumpang yang mungkin suntuk atau bosan menunggu didalam perjalanan agar cepat tiba ditujuan mereka.
Bila bisa saya simpulkan,sebenarnya hampir semua supir bis yang ada di Jogja kurang berhati-hati dalam mengendarai bisnya,tidak mematuhi rambu-rambu lalulintasyang telah dibuat juga oleh para pemerintah,sehingga membuat para pengguna jalan yang lain merasa risih dan takut berada disampingnya.Kemudian kurangnya juga perawatan dan penjagaan kondisi dalam bis yang sangat terlihat kotor dan jorok,sehingga hal ini juga bisa menjadi satu alasan mengapa banyak orang yang lebih memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi mereka ketimbang kendaraan umum yang telah ada.