let's share your happiness!


ARCHIVES ♥   MOBILE ♥   RSS ♥

04th Jun 2010

Friday // 8am // 1 year ago

meresensi movie review “Alice in wonderland” taken from Gogirl Magz

sebelumnya ini movie review dari gogirl

“Setelah sebelumnya bertemu di The nightmare Before Christmas,Tim Burton dan Disney kembali berduet dalam petualangan penuh fantasi Alice in Wonderland.Film ini menceritakan tentang Alice Kingsley (Mia Wasikowska) yang kembali ke dunia aneh semasa kecilnya dulu.Semuanya berawal dari sebuah pesta yang diselenggarakan usai kematian ayahnya.Tanpa sepengetahuan Alice,pesta tersebut merupakan pertunagana yang sudah direncanakan oleh ibu dan kakaknya.Alice dilamar seorang pria kaya di depan ratusan socialite.Dalam bingungnya karena belum siap atas lamaran itu,Alice melarikan diri dan bertemu kelinci putih yang memakai rompi dan arloji saku.Ia pun berlalri ke sebuah labirin mengikuti the white Rabbit sampai akhirnya jatuh ke lubang kelinci Underland (kebanyakan penduduk menyebutnya Wonderland).Perlahan,Alice mulai ingat bahwa ia pernah berkunjung ke tempat tersebut bertahun-tahun yang lalu.Ia pun kembali bertemu dengan teman-teman semasa kecilnya dulu seperti Tweedledee and Tweedledum,The Caterpillar,The Cheshire Cat,dan The Mad Hatter (Johnny Depp).Warga Wonderland meminta bantuan Alice dari serangan teror The Red Queen (Helena Bonham) yang menggangu mereka.Jangan lewatkan perjalanan fantastis Alice yang bakal membawamu ke sebuah dongeng petualangan di masa kecil kamu ini.”

Komentar

Resensi film yang dibuat oleh salah satu editor dari majalah fashion remaja,yaitu Gogirl! adalah “Alice In Wonderland”.Setelah saya membaca dan mengamati resensi yang dibuat oleh majalah Gogirl! Ini,terdapat beberapa komentar baik dan buruk yang bisa saya sampaikan saat ini.Kekurangannya antara lain: bila kita mengingat lagi,majalah Gogirl! Ini adalah majalah yang dibuat khusus bagi para remaja yang sangat gemar dengan perkembangan fashion,dengan adanya rubrik “Movie of the Month” seperti yang disisipkan oleh majalah Gogirl!, dapat dikategorikan sebagai halaman “pemanis/pelengkap” dalam majalah ini.Gaya bahasa yang digunakan oleh si editor pun juga kurang menunjukkan gaya meresensi seperti yang biasanya digunakan oleh beberapa majalah film lainnya.Lalu ada beberapa penggunaan kata yang kurang benar posisinya sehingga dapat berpotensial adanya kesalah-pahaman pembaca, contohnya: “Dunia aneh” yang dapat diganti menjadi “Dunia khayalan”,apabila sang editor menggunakan kata-kata yang lebih imajinatif,maka akan membuat daya khayal para pembaca pun lebih dalam lagi terhadap film ini.Seperti yang kita tahu,resensi selain mereview sesuatu,harusnya mengutarakan kelebihan dan kekurangannya,sehingga para calon penonton film pun dapat memiliki bayangan tentang film tersebut.Tetapi dilain pihak terdapat pula beberapa kelebihan dari resensi film ini,antara lain,memuat hal-hal yang bersifat non-tehnis/informasi tambahan misalnya:”masa produksi film 40 hari”.

Kemudian review film ini relatif dapat dibaca dengan singkat,sehingga pembaca tidak merasa bosan.